Kami bermakna bukan dimatamu?Kami berharga bukan di hidupmu?
Kami dibutuhkan alam semesta bukan tak terkecuali?
Tapi mengapa kau rayap dengan sepatu mewah terus mengerogoti kami?
Tangis kami telah habis kau goreskan
Tubuh kami telah habis kau exploitasi
Adakah hati terselip di situ?
yachhh..kami diam..kami diam...
Dengan polosnya kau hujamkan besi tak
berkarat di tubuh kami
Taukah kau ...kami bertahan hidup dengan akar yang menjalar- jalar
Tapi dengan cepatnya kau robohkan segalanya..
Tuhan kami ingin berteriak
Biarkan kami mati sendiri
tumbang sendiri, supaya lebih berarti.
Banyuwangi,2 mei 2009
Tidak ada komentar:
Posting Komentar